0812-1760-8573
man3gemilang@gmail.com
MAN 3 Kota Pekanbaru Gelar Sharing Riset Bersama Tim Peneliti Fakultas Peternakan UIN Suska Riau
  • Admin
  • 30 September 2026
  • Dilihat: 12

MAN 3 Kota Pekanbaru Gelar Sharing Riset Bersama Tim Peneliti Fakultas Peternakan UIN Suska Riau

Pekanbaru, Humas (30/09)–MAN 3 Kota Pekanbaru terus mendorong penguatan budaya riset di kalangan murid melalui kegiatan Sharing Riset bersama tim peneliti Fakultas Peternakan UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 3 Kota Pekanbaru, Rabu (30/09/2026), tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti Waka Kurikulum, Koordinator Riset, staf riset, narasumber, mahasiswa, serta sejumlah murid Club Riset.

Kegiatan diawali dengan sambutan Waka Kurikulum MAN 3 Kota Pekanbaru, Ihda Wildani. Dalam sambutannya, Ihda menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi murid untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal praktik penelitian secara langsung dari lingkungan perguruan tinggi. 

“Kita ingin ananda memiliki pengetahuan yang lebih luas melalui riset yang datang dari kampus. Karena itu, kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk bertanya langsung kepada para peneliti dan menggali pengalaman mereka dalam melakukan penelitian,” ujarnya.

Selanjutnya, Edi Erwan, dosen fakultas peternakan sekaligus ketua komite MAN 3 Kota Pekanbaru memberikan arahan mengenai pentingnya pengenalan riset sejak di bangku madrasah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Sharing Riset diharapkan dapat membuka wawasan murid mengenai proses penelitian, mulai dari mengenali permasalahan hingga menghasilkan karya yang berkualitas. 

“Dengan adanya sharing riset ini, kita ingin membuka dan menambah wawasan adik-adik tentang seperti apa riset itu dan bagaimana menghasilkan riset yang berkualitas,” ungkapnya. Ia juga mendorong murid untuk menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal dalam mengikuti berbagai kompetisi riset.

Memasuki sesi materi, Deni Fitra, dosen Fakultas Peternakan UIN Suska Riau memaparkan penelitian mengenai Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam serta potensinya dalam mengolah sampah organik. Deni menjelaskan siklus hidup BSF yang meliputi fase lalat dewasa, telur, hingga larva yang dikenal sebagai maggot. “BSF memiliki kemampuan mengolah sampah organik menjadi produk yang bernilai. Siklusnya dimulai dari lalat dewasa, telur, kemudian larva yang dapat dimanfaatkan menjadi maggot,” jelasnya. Paparan tersebut memberikan pemahaman kepada murid mengenai pemanfaatan organisme dalam pengelolaan sampah sekaligus pengembangan produk bernilai guna.

Materi kemudian dilanjutkan kembali oleh  Edi Erwan dengan pembahasan mengenai budidaya BSF dan pemanfaatan maggot dalam berbagai bidang. Ia menjelaskan bahwa maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ayam serta bahan pupuk untuk pertanian. Lebih lanjut, BSF juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel dan kosmetik. “Riset tidak berhenti pada penemuan, tetapi bagaimana hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai guna,” pesannya.

Setelah sesi pemaparan materi, sebanyak 20 murid Club Riset MAN 3 Kota Pekanbaru berkesempatan mengunjungi langsung markas penelitian yang berlokasi di Jalan Garuda Sakti KM 2. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk melihat secara langsung aktivitas dan lingkungan penelitian serta memperluas pemahaman mereka tentang proses riset. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan karya penelitian dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi riset.

Tag :